Bayi Kembar Siam Sahira-Fahira, ‘Anak Kedua RSUP H Adam Malik’

Medan (27/10/2017) – Sejumlah dokter ahli dan perawat tampak sibuk melakukan observasi pada beberapa pasien anak yang sedang dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP H Adam Malik, Rabu (25/10/2017). Di ruangan itu pula bayi kembar siam Sahira Afrizi dan Fahira Afriza dirawat sejak beberapa pekan lalu, sebelum berhasil menjalani operasi pemisahan, Senin (16/10/2017). Tepatnya, di ruang khusus sebelah kiri dari pintu masuk PICU, dengan pembatas dinding kaca dari ruang utama.

Ketika diintip, keduanya sedang asyik melakukan aktifitas masing-masing di tempat tidur berbeda. Fahira yang berada di pojok kiri ruangan, bermain-main dengan empeng; beberapa kali terlepas dari mulutnya, dan kemudian diambilnya lagi. Sesekali, seorang perawat yang menjaganya datang untuk memperbaiki posisi tidurnya. Dia sempat menangis, namun perlahan-lahan mulai berhenti saat akan dipotret staf Humas RSUP H Adam Malik. Meski begitu, badannya terus saja menggeliat; „lasak‟ kata orang Medan.

Sementara Sahira berada di pojok sebelah kanan, diawasi seorang dokter dan seorang perawat. Tubuhnya diselimuti dengan warming blanket berwarna biru sebagai penghangat, sambil meminum susu menggunakan selang Nasogastrik (NGT) yang dipegang perawatnya. Beberapa kabel monitor juga masih terpasang pada tubuhnya untuk memantau kondisinya. Sahira memang punya kelainan jantung bawaan, namun semakin membaik setelah dilakukan operasi jantung usai dipisahkan dari saudaranya.

*** “Hasil perawatan pascaoperasi pemisahan bayi Sahira-Fahira cukup menggembirakan bagi kita,” ucap Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP H Adam Malik Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA(K) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers, Jumat (27/10/2017). Keduanya memang masih dalam perawatan luka pascaoperasi. Namun, Fahira sudah tidak menggunakan bantuan alat medis. Sedang kondisi jantung Sahira juga sudah dalam keadaan stabil, meski tetap harus dipantau secara intensif.

Dijelaskan Prof Guslihan, bayi kembar siam asal dari Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan itu lahir dengan jenis kelamin perempuan pada 24 Maret 2017 lalu di RSUD Kisaran, Asahan. Pada hari yang sama, mereka langsung dirujuk ke RSUP H Adam Malik untuk mendapatkan penanganan secara intensif.

Sahira-Fahira pun dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), ruang perawatan intensif untuk bayi yang baru lahir. Setelah kondisinya membaik, mereka kemudian dipindahkan ke ruang VIP Rawat Inap Terpadu (Rindu) B pada 6 Mei 2017, sebelum masuk ke ruang PICU, sekitar 16 hari sebelum menjalani operasi pemisahan.

*** Sebelumnya, mata Kadarusman terlihat berkaca-kaca saat diwawancarai oleh wartawan dalam konferensi pers pascaoperasi pemisahan Sahira-Fahira, Selasa (17/10/2017). Pria 43 tahun itu tampak benar-benar tak bisa menahan haru, setelah kedua anaknya menjalani operasi pemisahan selama hampir lima jam, dan operasi jantung Sahira sekitar 90 menit. Selama tujuh bulan pula mereka dirawat di RSUP H Adam Malik

“Kami dari orang tua Sahira-Fahira mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk RSUP H Adam Malik. Tak sanggup saya katakan, pelayanannya sungguh luar biasa untuk saya,” ungkapnya saat itu didampingi sang istri, Agustina Br Samosir (35 tahun).

Pasangan petani sendiri ini sama sekali tidak menyangka anak ketiga dan keempatnya tersebut akan terlahir dalam kondisi kembar siam. Mereka baru mengetahuinya ketika melakukan pemeriksaaan setelah beberapa bulan dalam kandungan. Namun, karena tak bisa dilakukan apa-apa lagi, mereka pun menyerahkan nasibnya kepada Tuhan.

Akhirnya, berkat kerja keras tim yang berjumlah 56 orang selama lebih dari enam bulan, Sahira-Fahira pun bisa ditangani dengan baik hingga berhasil dipisahkan. Upaya untuk menaikkan berat badan keduanya agar memenuhi syarat untuk bisa menjalani operasi menjadi salah satu pekerjaan berat, mengingat Sahira memiliki masalah pada jantung sehingga mengganggu pertumbuhannya. Alhasil, hampir setiap bulan tim ini melakukan rapat khusus untuk membahas rencana operasi pemisahannya yang cukup rumit.

*** “Seperti Mariana-Mariani, „anaknya‟ RSUP H Adam Malik, kita punya lagi „anak‟ yang baru, Sahira-Fahira,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Mardianto SpPD-KEMD mewakili Direktur Utama dr Bambang Prabowo MKes dalam kesempatan konferensi pers yang sama. Dia pun menegaskan bahwa rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini akan terus memberikan pelayanan yang optimal.

Pada 2005 silam, RSUP H Adam Malik memang pernah berhasil memisahkan bayi kembar siam Mariana-Mariani. Kedua bayi asal Aceh Timur itu lahir pada 21 Agustus 2004 di RSU Cut Nyak Dien, Aceh Timur, dalam kondisi organ tubuh normal; hanya perut yang mengalami dempet sepanjang 15 cm. Mariana-Mariani berhasil dipisahkan pada Selasa, 26 Juli 2005, atau setelah menunggu hampir setahun kemudian.

Sementara Sahira-Fahira terlahir dalam kondisi dempet pada tulang dada bagian bawah hingga perut bagian depan, termasuk juga organ bagian dalam, tepatnya pada organ hati. Ketika dilakukan operasi pemisahan, ternyata juga terdapat dempet pada sebagian kecil tulang iga dan dinding jantung bagian luar. Selain itu, Sahira juga mengalami kelainan jantung bawaan; jantung dalam kondisi bocor. Kondisi Sahira ini pula yang membuat tim dokter harus segera mengambil keputusan untuk mempercepat operasi pemisahan, karena perkembangan fisiknya terganggu akibat masalah pada jantung.

Tim sempat membuat tiga rencana operasi pemisahan, termasuk melakukan operasi pemasangan tissue expander, untuk mendapatkan kulit yang cukup sebagai penutup bekas luka operasi pemisahan. Dengan begitu, proses penyembuhan lukanya akan lebih baik. Namun, rencana itu membutuhkan waktu lebih lama, sekitar dua bulan, sedang kondisi Sahira harus mendapat penanganan lebih cepat. Pada akhirnya, tim pun memutuskan untuk segera melakukan operasi pemisahan dan berhasil dengan selamat.

“Harapannya bahwa bayi ini akan tetap bisa tumbuh seperti anak normal yang lain. Seperti Mariana-Mariani, yang dulu juga selalu juara di sekolahnya, sekarang sudah SMP,” pungkas Prof Guslihan berharap untuk masa depan Sahira-Fahira. (*/aepm)

 

Informasi lebih lanjut :
Sub Bagian Humas dan Pemasaran
RSUP H. Adam Malik – Kementerian Kesehatan RI
Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan Km. 12 Medan
Telp. (061) 8364581 – 8360143 – 8360051 ext. 164
Fax. (061) 8360255
[email protected] – www.rsham.co.id

Tulisan ini dibuat dalam Kategori Berita. Bookmark permalink.